Senin, 23 September 2013

Cara Mencegah Rambut Rontok



Apakah anda mengalami masalah kerontokan rambut? Lalu apakah anda tahu bagaimanakah CARA MENGATASI RAMBUT RONTOK itu? Nah, di bahasan kali ini saya bakal memperlihatkan beberapa cara yang simpel guna mencegah tumbangnya tiap helai rambut anda. Selain itu saya juga akan memperlihatkan cara untuk menjaga rambut kita sehingga kita tak akan pernah mendapati masalah seperti ini lagi. Lalu berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi kerontokan rambut:
  1. Penelitian menunjukan bahwa 95 persen kerontokan rambut disebabkan oleh hormon DHT , hormon dht berasal dari hormon testosterone dan itu  berubah secara alami menjadi hormon dht , hormon ini melapisi kulit kepala ,melemahkan akar dan menghambat pertumbuhan rambut baru , hormon wanita sendiri estrogen tetapi tentu wanita juga mempunyai hormon testosterone walau dalam jumlah yang sedikit.dan wanita pun biasa mengalami kerontokan disebabkan oleh hormon dht ini , ciri ciri kebotakan karena hormon dht adalah penipisan di bagian tengah dan depan.
    produk di indonesia yang terbukti secara klinis dapat mengatasi kerontokan karena hormon dht yaitu Nisim , Nisim sudah ada di 50 negara dan sudah menjadi top seller di banyak negara termasuk di negara tropis, nisim sudah melakukan percobaan klinis yang sudah dipublikasikan di koran canada , yaitu dari 148 orang , hasilanya 86 persen tumbuh memuaskan .  Nisim sendiri dapat mengatasi kerontokan seperti alopecia, karen hamil/melahirkan,menopouse, juga karena rebonding,smoothing,dicat,hair extension .
  2. Tips yang kedua adalah kita mesti berhenti untuk memikirkannya. Perasaan khawatir dan juga stess hanya aka membuat folikel rambut kita melemah dan akhirnya jatuh. Semakin kita merasa resah atas masalah hilangnya tiap helai rambut kita, maka semakin cepat juga kita kehilangan rambut. Yang paling penting adalah kita harus menenangkan pikiran kita dan melakukan sesuatu guna mengalihkan pikiran kita terhadap hal ini.
  3. Kita mesti memperhatikan program diet kita dengan baik. Diet rendah kalori bisa memberikan dampak yang negatif untuk kesehatan rambut kita. Kita harus mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang yang menyediakan paling tidak 1.200 kalori dalam satu hari guna membuat rambut kita sehat.
  4. Cara mengatasi rambut rontok yang ketiga adalah dengan melengkapi program diet kita dengan berbagai suplemen guna menghentikan kerontokan rambut kita. Vitamin serta mineral tak cuma penting bagi rambut, namun juga untuk bagian tubuh yang lainnya. Vitamin B dan C, serta Biotin seringkali bisa membantu untuk mencegah patahnya tiap helai rambut kita.
  5. Kita juga harus mengetahui bahwa rambut kita terbuat dari keratin, yang merupakan sejenis protein. Nah, dengan makan secara teratur serta mengonsumsi banyak protein dipastikan bisa membantu rambut kita tumbuh lebih kuat dan tak akan mudah rontok. Makanan yang menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh dan rambut kita adalah ikan, telur, susu, dan juga sayuran hijau.
  6. Tenangkan pikiran kita dari masalah stress serta kekhawatiran yang mendalam mengenai kerontokan rambut kita. Mungkin kita harus mencoba untuk mengikuti beberapa kelas meditasi serta kelas yoga. Dua hal ini akan mengajarkan kepada kita bagaimana untuk membuat pikiran kita santai dan rileks, yang bisa membantu untuk menghentikan kerontokan rambut kita.
  7. Cara mengatasi rambut rontok
    aang terakhir adalah dengan tidak keramas menggunakan air panas atau hangat. Ini merupakan hal yang begitu penting untuk kita hindari sebab air panas bakal melemaskan serta melebarkan pori-pori rambut kita yang bakal membuat folikel rambut cenderung lebih mudah rapuh dan akhirnya rontok satu persatu. Maka dari itu jangan pernah sekalipun keramas menggunakan air panas demi menjaga rambut kita tetap sehat dan tetap lebat.

Sabtu, 21 September 2013

Menjalin Hubungan Tanpa Status

Menurut psikolog Ajeng Raviando, sebetulnya hubungan tanpa status merupakan hubungan yang tidak mengandung satu dari ketiga unsur penting dalam hubungan cinta, yakni komitmen. Karena, sebuah hubungan yang dibangun seharusnya terdiri dari tiga elemen, di antaranya keintiman emosional, gairah, dan komitmen.

Bagi sebagian pria maupun wanita mungkin tidak segampang itu mengikatkan diri pada orang lain. Walaupun, sebenarnya ia mencintai sosok tersebut. Atau sebaliknya, ia justru tidak menyadari seberapa besar cinta yang dimiliki, sehingga memilih untuk menjalin hubungan tanpa status.

”Tak hanya pria, wanita juga memilih dan menikmati jenis hubungan ini, karena sifatnya lebih santai dan tidak ada tuntutan serius dalam merencanakan masa depan. Biasanya kasus seperti ini disebabkan oleh keraguan terhadap kemampuan diri sendiri atau pasangan dalam menjalani hubungan serius. Alasan lain adalah karena belum sreg dengan kekurangan dan kelebihan pasangan, situasi yang kurang mendukung, atau sedari awal hanya ingin main-main saja dan enggan terikat,” tutur Ajeng.

Pengalaman traumatis, seperti pernah dikecewakan oleh kekasih, pernah bercerai, atau latar belakang keluarga yang broken home, juga bisa menjadi latar belakang terjalinnya hubungan semacam ini. Ajeng melihat, hal ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Trauma inilah yang perlu terlebih dulu disembuhkan sebelum seseorang memulai sebuah hubungan.

”Dipandang dari sudut psikologis, hubungan tanpa status memberi dampak yang cenderung negatif, serta menimbulkan rasa tidak nyaman dan beban pikiran pada salah satu atau kedua belah pihak. Hal ini juga diperburuk oleh adanya beda pandangan antara wanita dan pria. Wanita cenderung resah, ketika ia merasa klop dengan pria itu. Sementara pria, justru diresahkan oleh pemikiran, ’Sanggupkah saya berkomitmen dengan wanita dan mampukah saya membahagiakannya dan membawa hubungan ini ke tingkat lebih tinggi?’”

Agar tidak terjebak dalam situasi hubungan tanpa kejelasan status ini, Ajeng menyarankan agar kita mengambil sikap tegas. Yakinkan dulu diri kita, benarkah ingin menghabiskan waktu bersamanya? Jangan sampai, sudah gencar menyinggung masalah komitmen, ternyata kita sendiri ragu.

”Selama menjalani hubungan tanpa status, jangan libatkan sentuhan fisik. Karena, akan membuat perasaan kita justru makin dalam. Jika Anda sedang menjalani hubungan semacam ini, idealnya batas toleransi waktu yang Anda luangkan adalah tiga bulan! Waktu ini cukup untuk menyadari apakah memang ada kecocokan, gairah, dan cinta di antara kedua pihak. Kerelaan untuk menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing bisa menjadi salah satu acuan apakah hubungan ini akan berlanjut menjadi hubungan yang lebih serius atau malah harus diakhiri,” tegas Ajeng.

Diberdayakan oleh Blogger.
Widget edited by hansrubly.com

 
Design by | Coretan Hidupku |